Thailand, Malaysia, Singapura…(bag.2)

Perjalanan dari Johor ke KL memakan waktu kurang lebih 4 jam-an. Dengan pemandangan kiri kanan perkebunan karet dan sawit, sepertinya agak membosankan. Rute dari Johor ke KL seluruhnya melewati jalan tol yg lebar. Ini enaknya… dan ternyata, perjalanan hingga Thailand melewati jalan tol yg lebar ini… sedapnyeee….

Sampai terminal Puduraya kurang lebih jam 7 malam. Saya lalu mengirim sms ke teman saya, yg orang Malaysia, Misai (Wan Fakhrul ), mengabarkan bahwa saya sudah sampai Puduraya. Kebetulan Misai berkantor tidak terlalu jauh dari Puduraya. Dia balik sms bahwa suruh tunggu sekitar 1 jam-an….

Misai ajak saya makan di… apa ya, lupa saya namanya. Sambil ngobrol-ngobrol ngalor ngidul…ngga terasa waktu sudah menunjukan jam 10.30 malam. Sambil muter-muter sekitar Puduraya cari tempat nginap. Di sekitar terminal Puduraya banyak terdapat hostel-hostel backpacker-an yg murah meriah… kisarannya kalau dirupiahkan sekitar 100 – 300 ribu-an per malam. Tetapi sebelum saya memutuskan untuk nginap di dekat-dekat Puduraya, iseng-iseng saya coba tanya ke loket-loket yg ada di sana, apakah masih ada bis yg menuju Thailand… Woillaa…. ternyata masih ada bis terakhir yg berangkat, sekitar pukul 11.30 an. Tanpa pikir panjang, saya putuskan untuk berangkat langsung ke Thailand malam itu juga… lumayan, daripada buat nginep di hostel, mending langsung naik bis, langsung tidur di bis, tho’ sama aja, merem-merem juga…he..he…

Sampai perbatasan Malaysia – Thailand hari sudah pagi. Sepertinya supir sengaja memperlambat tempo dengan beristirahat cukup lama di..ntah namanya… katanya sambil menunggu pintu perbatasan Thailand di buka. Oh iya, di Malaysia nama daerah perbatasannya Bukit Kayu Hitam, Kedah. Sedangkan di Thailand namanya Sadao, Songkhla.

Akhirnya saya sampai di tujuan, yaitu kota Hat yai ( Hadyai). Bis yg saya tumpangi berhenti terakhir di tempat semacam biro/agen perjalanan. Nah, di Hatyai inilah saya memutuskan menginap barang semalam. Saya tidak meneruskan jauh ke dalam negara Thailand, karena waktunya pasti tidak cukup untuk saya balik lagi ke Singapura. Tarip hotel di Hatyai menurut saya lumayan murah. Saya menginap di Pink Hotel, dengan tarif 600 Bath. Bila di-rupiahkan sekitar 180 ribu rupiah. Kamar hotel cukup luas dengan AC+TV+kamar mandi shower air panas….. cukup murah khan….

Hotel Pink Lady

Hatyai

Hatyai juga

Pasar di Hatyai

Di Hatyai, waktu yg saya alokasikan adalah 2 hari 1 malam. Tiba pagi, balik lagi ke KL malam keesokan harinya. Waktu 2 hari ini saya kira cukup untuk muter-muter mengekspor hatyai. Naik tuk tuk, dan jalan kaki. Harga-harga makanan pun saya kira cukup bersahabat dengan kantong seorang backpacker…

Oh iya, pada saat mau pulang, saya agak mendapat masalah, yg menurut saya agak gawat. Ternyata pada saat saya menyerahkan tiket bis ke petugas yg kemarin saya beli, tanggalnya telah lewat sehari…! Ternyata tiket yg tertera adalah tanggal waktu saya datang. Padahal waktu saya beli, seingat saya  sudah saya bilang untuk besok pukul 7 malam. Di sini saya berdebat cukup lama dan alot dengan mbak-mbak yg melayani saya kemarin. Akhirnya karena tidak ada jalan tengah alias saya dan mbaknya sama-sama keukeuh, si mbak memanggil atasannya…

Sang atasan pun akhirnya ambil keputusan, ” Oke… ini yg pertama dan terakhir. Bila lain kali kamu seperti ini lagi, tidak akan saya tolerir….! yang akan kami jadikan patokan adalah yg tertera di tiket..!”. Begitu kira-kira kata-kata dari sang supervisor, yg tentunya dalam bahasa Inggris. Alhamdulilah, ngga jadi keluar duit buat beli tiket lagi… Sebenarnya kalau dipikir, itu juga salah saya, karena pada saat menerima tiket tidak melihat tanggal yg tertera di tiket…. untung aja…..

Mau balik ke KL setelah menikmati Hatyai

Nih dia yg bawa balik ke KL

Akhirnya saya bisa kembali ke KL malam itu juga, dengan bis yg kali ini berjenis bis tingkat. Malam itu saya bisa berhemat ongkos penginapan 1 malam lagi karena bermalam di dalam bis yg  melaju dengan cukup kencang. Ini ditunjang dengan kondisi jalan yg lumayan mulus. Akhirnya bis tiba di Puduraya sekitar pukul 3 pagi… Cukup banyak orang yg  berkeliaran di terminal itu pada waktu itu. Herannya, saya tidak merasakan takut atau apa gitu ditempat yg asing dan sendirian pula itu. Oh ya, kalau pergi sendiri, usahakan jangan sampai terlambat makan. Karena sangat bahaya kalo badan kita sampai sakit. Karena itu pula saya memutuskan mengisi perut dengan nasi lemak dan segelas teh tarik di Restauran Annuja, persis di seberang terminal Puduraya. Untung di restauran itu ada pengamen yg masih asyik bernyanyi, sehingga dinihari itu saya ngga kesepian….. lumayan lagi…. Pengamen itu menyanyikan beberapa lagu DEWA, I’m Yours-nya Jason Mraz, dan beberapa lagu asing lagi… saya ikut memberikan tip beberapa ringgit Malaysia.

Setelah matahari terbit, barulah saya beranjak masuk ke terminal Puduraya. Kali ini tujuan saya adalah bersih-bersih badan serta menitipkan koper ke tempat penitipan koper yg ada di sana. Karena bis yg akan membawa saya dari KL ke Singapura baru akan berangkat malam hari, tepatnya jam 10 malam, maka saya masih ada waktu seharian penuh untuk jalan-jalan di KL ini….

Seharian di KL lumayan padat aktivitas saya. Pagi-pagi sekali, setelah menitipkan koper ke tempat penitipan yg bertarif RM3 sehari, saya bergegas ke kawasan menara Petronas. Saya berniat naik ke menara itu. Ini kali kedua saya naik ke menara itu. Dengan menaiki LRT, saya sampai ke bawah menara dan langsung antri tiket. Antrian sudah cukup panjang, padahal baru jam 7 pagi. Saya memilih naik ke menara pada jam 9. Teratur sekali antrian yg ada. Ngga ada tuh yg namanya dorong-dorongan, rebutan… semua sudah saling mengerti…

Di menara Petronas, sama dua bocah cilik

Petrosains, tempat beli oleh-oleh buat emil & oki

Monorail yg nemenin keliling KL seharian

Setelah turun dari menara, saya sempatkan diri membeli oleh-oleh untuk kedua anak saya, Oki dan Emil, di Petrosains, Suria KLCC. Lalu saya mengontak teman saya lagi, kali ini Lan. Dia adalah kawan pertama saya di Malaysia ini. Kita janjian bertemu di KL Sentral, dulu tempat kita pernah ketemuan juga. Karena sudah mepet waktunya, saya langsung jalan ke KL Sentral dengan menaiki monorail. Akhirnya saya bisa bertemu Lan, kawan lama saya. Lan mengajak makan siang di McDonald KL Sentral. Sambil kita saling menceritakan keluarga kita masing-masing. Dia juga bercerita bahwa akan ke Vietnam untuk menonton pertandingan sepak bola antara Selangor FC melawan salah satu kesebelasan di Vietnam dalam rangka AFC Cup.

Setelah berbincang-bincang cukup lama, Lan harus kembali ke kantornya yg lumayan jauh dari KL Sentral. Saya pun berpamitan kepadanya, dan menitip salam untuk keluarganya. Saya membelikan kaos Thailand untuk Lan dan Misai. Saya melanjutkan berkeliling KL… Kali ini saya ke Pasar Seni yg tidak jauh dari Puduraya. Sebenarnya, di Pasar Seni saya berniat hanya sebentar saja, tapi pada saat saya mau meninggalkan tempat itu, hujan turun dengan derasnya….. Ya udah, terpaksa deh muter-muter di situ aja… untuk lumayan banyak barang-barang yg bisa dilihat di situ.

Akhirnya menjelang maghrib saya baru bisa keluar dari Pasar Seni. Saya langsung ke Puduraya, makan malam di Restauran Annuja lagi… Karena hari sudah gelap, saya ngga mau jauh-jauh dari Puduraya. Saya isi waktu sambil ngobrol-ngobrol dengan penjaga penitipan koper. Akhirnya sekitar pukul 10 malam saya harus meninggalkan Kuala Lumpur menuju Singapura. Sedih juga harus meninggalkan KL…

Bis yg saya tumpangi hanya terisi setengah saja. Berjalan menembus kegelapan malam Malaysia. Menjelang Singapura, mulai terlihat lampu-lampu kota yg berpendar-pendar, sangat menarik…. Saya tiba di Singapura pukul 4 pagi. Lalu untuk menunggu MRT yg mulai beroperasi pukul 6 pagi, saya bersih-bersih di pom bensin di kawasan Golden Mile Complex. Karena pesawat yg saya tumpangi dari Singapura ke Jakarta berangkat pukul 10, masih ada beberapa jam, saya memutuskan untuk naik MRT ke Orchard Road. Senang juga kembali lagi ke Orchard Road yg bersih dan asri itu….

Akhirnya menjelang pukul 8.30 pagi saya memutuskan untuk berangkat ke bandara Changi. Nyaman sekali bila ke bandara bisa menetapkan waktu dengan pasti seperti itu. Akhirnya pesawat Sriwijaya Air terbang, membawa saya, dari perjalanan ke 3 negara Thailan, Malaysia dan Singapura ke kota Jakarta tercinta.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.