Thailand, Malaysia, Singapura…(bag.1)

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya jalan sendirian ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Keinginan saya untuk jalan kali ini berawal dari adanya iklan di surat kabar dari maskapai Sriwijaya Air, yg baru membuka rute Jakarta – Singapura.Di iklan disebutkan, untuk promosi pembukaan rute baru tersebut, selama bulan Maret 2010 mereka memasang tarif Jakarta-Singapura PP dengan harga US$45, ini kalo di-rupiah-kan sih kurang lebih Rp 450.000. Wuihhh… murah banget…!

Besoknya langsung aja saya ke Sriwijaya Air yg di Jalan Barito, Blok M. Setelah saya bayar menggunakan kartu kredit, ternyata yg di-kreditkan dari kartu saya hanya Rp 420.000 saja (karena US$1 hanya sekitar 9 ribu sekian…). Coba itu, lumayan murah khan…? kayaknya malah lebih mahal naik kereta Argo yang ke Yogyakarta deh, yg sudah sekitar 300 ribuan….

Pada hari keberangkatan, pagi-pagi saya dari rumah naik motor, anter Oki sekolah, anter istri ke kantor dan langsung ke kantor saya yg berada di Palmerah buat nitip motor. Lalu dari Palmerah, karena kayaknya waktunya sudah agak mepet, saya terpaksa naik taksi…

Sampai bandara Soetta, terminal 2, saya langsung chek in ke kaunter Sriwijaya Air, terus urus bebas fiskal pakai kartu NPWP…Oh iya, buat pemegang NPWP, bisa menanggung bebas fiskal untuk istri, anak, orang tua dan mertua (top banget deh kantor pajak…!) . Setelah itu langsung masuk antrian imigrasi yang lumayan panjang…

Setelah menunggu sekitar 45 menit, penumpang dipersilahkan naik ke pesawat. Dalam perjalanan di atas pesawat, ada hal yg agak di luar dugaan saya. Yaitu ternyata penumpang dapat jatah makan besar dan minuman gratis… ya sudah, dengan sangat ‘terpaksa’ saya gunakan azas mumpung… mumpung gratis, hajar…! itu jatah makan ngga tersisa sama sekali. Malah saya minta tambah jatah minum…he..he… Lumayan, makan siang gratis… backpacker-an gitu lho….

Setelah mendarat di Changi, saya langsung turun ke MRT Station, beli ticket sekali jalan dgn tujuan stasiun Kranji. Dari Kranji, kita keluar stasiun, terus naik bis yg bertujuan ke Terminal bis Larkin (Johor, Malaysia). Lalu lanjut ke terminal Puduraya, Kuala Lumpur. Sebenarnya saya bisa langsung naik bis dari Singapura langsung ke Puduraya, Malaysia. Tapi harganya jauh lebih mahal, bisa 3 kali lipat, walau dengan bis yg sama…. Mendingan selisih harga tadi saya pakai buat beli makan siang… Naik turun kendaraan umum seperti yg saya lakukan tidak merepotkan koq, karena rute dan bis-nya lumayan banyak, hampir setiap 5 menit ada bis dari Stasiun Kranji, Singapura yang nyebrang ke Terminal Larkin, Johor, Malaysia.

Singapura, dari MRT menuju stasiun Kranji

 

Bus  dari KL ke Hatyai, Thailand

Oh iya, hampir lupa. Pada saat naik bis dari Singapura ke Terminal Larkin, Johor, sewaktu di imigrasi, kita harus bawa turun barang bawaan kita, karena bis yg kita naiki tadi akan langsung jalan ke Larkin, sementara kita di imigrasi (baik imigrasi Singapura maupun Malaysia). Yang penting, tiket bisnya harus kita simpan, karena sewaktu-waktu bisa ditanyakan oleh sopir bis-nya. Yang penting kita naik dengan bis yang satu perusahaan…

Lalu sampai terminal Larkin, Johor, kurang lebih pukul 3 sore. Terminalnya lumayan ramai. Menurut saya bis-bis yg ada bagus-bagus dengan tempat duduk 1-2. Oh iya, ancer-ancer harga tiket bis, dari Larkin ke Puduraya, KL kurang lebih 25 – 35 RM (Ringgit Malaysia). Di sini juga banyak yg nawar-nawarin bis, persis kayak di terminal Lebak Bulus. Nah, di sini kalo kita ngga beli tiket di loket, kita bisa tawar menawar dgn orang yg nawa-nawarin bis tadi. Ini yg saya lakukan… setelah tawar menawar, saya dapet harga RM25 ke Puduraya, KL… lumayan khan…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.