Bencoolen 2
24 Nov 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Panorama
Akhirnya kita sampai di tujuan, Bandara Changi , Singapura. Sebelum melewati kaunter imigrasi Singapura, seperti biasa ritual setelah turun pesawat, serbu toilet…! Nggak tahu kenapa, banyak orang selalu menuju toilet selepas naik pesawat. Mungkin karena AC yg dingin, atau hanya kebiasaan saja ya….
Toiletnya kelihatan sangat terpelihara. Bersih dan tidak bau pesing… Mungkin karena selalu ada petugas yg standby menjaga. Dan tetap tidak ada yg berubah di Changi, petugas-petugasnya adalah para lanjut usia.
Kita melewati Imigrasi, seperti biasa, ditanya-tanya pertanyaan standar. Lewat imigrasi kita melewati tempat yg berisi peta-peta seluruh kegiatan, jalan, transportasi bus dan kereta, tujuan wisata di Singapura. Kita ambil beberapa sesuai dengan rencana kita di Singapura. Oh iya, peta-peta itu bisa kita dapatkan secara free alias gratis tis tisss…. Lalu kita ke tempat pengambilan bagasi, ambil tas. Di sudut dekat pintu keluar, ada kaunter money changer. Saya pun mampir ke kaunter itu untuk menukarkan rupiah kita ke dollar Singapura….
Setelah naik taksi kira-kira 15 menit-an, sampailah kita di hotel rencana tempat kita menginap. Ternyata, hotel Bencoolen dan hotel 81 Bencoolen itu bersebelahan, sebelahnya lagi hotel Sommerset. Kita lalu masuk kamar dulu untuk beristirahat. Oki bilang, ” Koq, kamarnya kecil sih pak…??? “ lalu saya terangkan, memang kamar di Singapura kecil-kecil, tidak sama misalnya dengan di Indonesia, itu karena Singapura adalah negara kecil, hanya punya sedikit tanah…. he..he..bener ngga ya….?!?!
Setelah beristirahat sekitar 2 jam, kita langsung cari makan dulu. Kita beli di gerai-gerai makanan yg ada di sekitar hotel. Oh iya, untuk muslim, jangan takut, karena penjual akan memberitahu kalau makanan yg dia jual halal atau tidak. Atau ada ciri khusus, yg ber-cat hijau, maka bisa dipastikan makanan di toko makanan itu adalah halal, karena itu sudah merupakan ciri resmi dari pemerintah Singapura…. gampang khan….
Setelah makan, kita berencana pergi ke Orchard. Kita berjalan kaki sekitar 5 menit-an ke stasiun kereta bawah tanah MRT terdekat, yaitu Dhoby Gaut. Jangan takut tersesat di Singapura… jalan saja.. banyak petunjuk yang sangat membantu, dan sangat jelas… di Dhoby Gaut, kita membeli tiket MRT lewat mesin penjual otomatis. Caranya, tentukan stasiun tujuan kita, lalu akan tampak berapa harga yg harus kita bayar. Lalu kita masukan uang ke mesin tersebut. Maksimal mesin tersebut hanya menerima lembaran kertas 5 Dollar ke bawah. Mesin akan mengeluarkan kembalian secara otomatis. Sangat praktis dan mudah. Lalu kita tinggal tunggu kereta yg akan mengantar kita ke stasiun Orchard. Jarak dari Dhoby Gaut ke Orchar tidak terlalu jauh, hanya diselingi stasiun Sommerset saja. Dhoby Gaut pun sebenarnya berada di jalan Orchard juga, tapi di ujung Orchard.
Lalu kita jalan-jalan di Orchard. Benar-benar hanya jalan saja, karena kawasan itu sangat enak dan ramah untuk pejalan kaki. Trotoarnya lebar, dan lingkungannya diteduhi oleh pepohonan yg besar-besar yg tumbuh dikiri-kanan jalan. Oki dan Emil minta es krim yg banyak berjualan di sekitar Orchard. Ya, sudah, sambil istirahat kita makan es krim dulu.
Lalu kita membeli camilan untuk di kamar hotel. Kita membeli di 7 eleven di Lucky Plaza. Karena kaki sudah berasa berat, lalu kita memutuskan pulang ke hotel. Kita naik taksi dari depan Lucky Plaza. Ada beberapa taksi yg ada dideret antrian menunggu penumpang. Karena termasuk jam sibuk, naik taksi di Singapura kita dikenakan tambahan biaya, kalau tidak salah $3. Sampai dihotel saya menyerahkan S$10 dan dikembalikan sekitar 2 dollar sekian sen… Memang tidak terlalu jauh jarak yg kita lalui.
Bencoolen 1
23 Nov 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Panorama
Hari yang saya tunggu-tunggu itu datang juga… Selasa, 10 November 2009. Ngga sabar nunggu hari H-nya. Malam sebelum berangkat, kita sudah mempersiapkan apa-apa aja yang harus dibawa. Baju ganti, obat-obatan (perlu untuk yg membawa anak-anak, paling ngga minyak kayu putih-lah ), sabun, gosok gigi, handuk (padahal sudah ada di hotel..) sandal, celana pendek, soft lens, kamera, batere+card cadangan…
Akhirnya, setelah dipilah-pilih, disaring-saring, jadilah kita harus membawa 2 koper tanggung plus 1 tas punggung untuk mondar-mandir di Singapura nanti…. kita juga sudah mempersiapkan foto copy paspor, FC kartu keluarga, FC NPWP (untuk keperluan bebas fiskal), tiket pesawat dan voucher hotel… oh iya, kesemua dokumen-dokumen perjalanan itu tidak lupa saya foto semua, ini untuk berjaga-jaga, bila ada yg tercecer atau ketinggalan di mana tahu… musibah khan datangnya ngga bisa di duga… bukan begitu bukan …?? bukannnn…. he…he…he…
Selasa, 10 November 2009. Ely bangun jam 4 pagi, ini kebiasaan dia… Masak telur dadar sama sosis untuk sarapan kita. Saya kebagian mandi’in Oki & Emil… setelah rapi mandi dan sarapan, tinggal nunggu taksi yg sudah kita pesan semalam. Jam 05 kurang taksi datang. Kita segera berangkat… Menurut sopir taksi, karena masih pagi ngga perlu lewat jalan tol. Kita mengambil rute jalan belakang, yaitu dari Ciledug Raya, ke arah Tangerang, lewat pasar Bengkok, sampai perempatan, apa ya, saya lupa, ke arah Dadap, Pintu Air, sampailah kita di areal persawahan, yg ternyata sudah di pinggir bandara soekarno-Hatta. Waktu menunjukan pukul 05.35 an… hanya 1/2 jam lebih sedikit… ini kali pertama saya lewat rute ini ke Soekarno-Hatta. Argo menunjukan harga 74 ribuan… saya berikan 80 ribu… Makasih banyak pak sopir, terutama untuk melewati rute yg baru bagi saya ini…..
Langsung ke kaunter Garuda untuk boarding pass. Karena masih pagi, ngga terlalu antri. Ini juga salah satu trik untuk menghindari delay/penundaan pesawat terbang, pilih jadwal terbang sepagi mungkin. Membayar airport tax sebesar 150 ribu/orang alias 600 ribu… ck..ck..ck… belum jalan udah keluar duit setengah jeti lebih….
Selesai urusan boarding pass dan bagasi, lalu saya ke kaunter fiskal. Karena sudah mempunya NPWP, saya tidak perlu lagi membayar fiskal. Cukup menyerahkan FC paspor dan FC NPWP… ini lumayan banget…! kalau ngga ada NPWP, saya mesti membayar fiskal sejumlah 2,5 juta/orang. Sedangkan untuk anak dibawah usia 12 tahun, masih bebas fiskal.
Setelah mengurus surat bebas fiskal, kita tinggal ke bagian imigrasi. Di imigrasi, petugas akan memeriksa paspor, tiket, dan fiskal. Sambil sedikit ditanya-tanya pertanyaan seperti untuk keperluan apa, berapa lama, tinggal dimana…. oh iya, jangan lupa mengisi blanko dari imigrasi, yg akan disobek menjadi 2 bagian. Yang sebelahnya harus kita serahkan pada saat kembali nanti. Lalu kita langsung ke Gate D4. Setelah menunggu sekitar 45 menit-an, seluruh penumpang dipersilahkan naik ke pesawat….. hhmmmm…. senangnya ngeliat Oki sama Emil bercanda-canda di lorong belalai masuk pesawat…
Perjalanan ke Singapura kurang lebih akan memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Jadi kita ngga terlalu lama di udara… malah lebih lama di bandaranya dari sejak kedatangan, boarding pass, fiskal, imigrasi….
Di pesawat, ditawarkan koran, saya ambil koran Kompas. Setelah kurang lebih 10 menit-an mengudara, seorang pramugari menawarkan kepada para penumpang juice jeruk. Oki dan Emil ngga mau ketinggalan, ambil 1 cup kecil. Tidak lama kemudian, pramugari kembali memberikan makanan dalam baki.
Kali ini lumayan lengkap, isinya antara lain, roti tawar, butter, beberapa potong buah, coklat kit kat, telur dadar gulung berisi nasi ukuran lumayan besar (apa ya namanya..? ), peralatan makan lengkap, sambil tidak lupa mereka menawarkan beberapa pilihan minuman. Pilihan minumannya ada, Coke, bir, juice apel, mangga, kopi, teh, susu, atau cukup air putih…. hhmmm… lumayan banyak juga sih pilihannya… Saya pilih teh saja… Lalu Oki dan Emil mendapat masing-masing sebuah puzzle bergambar binatang dari seorang pramugari… alhamdulillah….
Cuti Besar
23 Nov 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Panorama
Bulan November 2009 ini saya merencanakan ambil cuti besar. Cuti besar ini bisa saya ambil karena masa kerja saya di kantor sudah mencapai 10 tahun… mayan lama ternyata saya bekerja.. tapi di kantor saya, masa kerja 10 tahun terhitung masih standar, karena masih banyak lagi yg masa kerjanya udah 15, 20, bahkan 25 atau 30 tahun… ck..ck… Saya berencana ambil cuti 2 minggu. Lalu bersama istri saya merencanakan mengisi libur dengan jalan lagi ke Singapura.
Mulai deh kita cari-cari tiket pesawat dan hotel/apartemen di Singapura. Kita agak lama memutuskan untuk memilih hotel atau apartemen, karena masing-masing punya kelebihan kekurangannya sendiri-sendiri… akhirnya kita mutusin tinggal di hotel saja.
Lalu kita mulai cari lokasi yg enak, alias yg terjangkau kantong..he..he… Awalnya saya milih yg berlokasi di sekitar Bencoolen, dengan pertimbangan dekat ke Orchard dan kawasan Bugis…
Di Bencoolen banyak juga hotel, seperti Ibis Bencoolen, Hotel Bencoolen, Hotel 81 Bencoolen, Sommerset Bencoolen, Bay View Bencoolen, dan beberapa backpacker hotels. Awalnya kita tertarik dengan Ibis Bencoolen, lebih karena reputasi nama besar Ibis-nya mungkin… Tetapi pada tanggal yg kita mau, ngga ada tempat lagi… Lalu Hotel Bencoolen, eh, sama juga dgn Ibis, full…!!
Akhirnya pilihan jatuh ke Hotel 81 Bencoolen. Hotel ini memasang tarif S$ 95/malam (belum termasuk breakfast). Petugas di Panorama Tours, tempat kita memesan hotel bilang, kalau mau breakfast, bisa memesan langsung pada saat check in dan dikenakan biaya $8.. Ya udah, kita mutusin milih Hotel 81 Bencoolen. Oh ya, sebelum kita memesan hotel, kita sudah lebih dulu beli tiket pesawat.
Awalnya kita tanya-tanya di Panorama juga, mengenai pesawat-pesawat apa saja dan jam berapa saja, tentunya beserta harganya. Untuk maskapai dalam negeri ada Lion Air, Sriwijaya Air, Garuda, Air Asia. Yg luar ada SQ, Lufthansa, pokoknya banyak deh… tinggal gimana kantongnya aja..he..he…
Tapi sebelum ditutup teleponnya, petugas itu ngasih tau, bahwa Garuda mau ngadain Garuda Trade Fair di JHCC, nah di sana kita bisa membeli tiket pesawat Garuda dengan harga sangat miring, istilahnya tiket promo. Petugas itu bilang, kalo harga normal Garuda biasa menjual tiket JKT-Sing-JKT seharga hingga US$ 120-an, kalo di Garuda Fair itu kita bisa dapat dengan harga US $85/orang. Ya sudah, kita mutusin pergi ke JHCC pada Minggunya. Saya harus membeli 4 tiket pesawat, karena Emil sudah harus membayar full. Dulu, waktu ke Malaysia, karena belum berumur 2 tahun, Emil bisa bayar 1/2 harga (infant), tapi sekarang, karena sudah hampir 4 tahun, dia harus bayar full… ya udah, ngga papa, memang sudah besar koq…..he..he…
Lega, separuh persiapan sudah dikerjakan, yaitu tiket dan hotel…(ini adalah 2 komponen termahal kalau mau berlibur….). Tiket pesawat Garuda, untuk tanggal 10 November 2009, berangkat dari Bandara Soekarno Hatta jam 08.30. Lalu kembali dari Changi tanggal 13 November 2009 jam 17.30 (waktu Singapura). Terus Hotel 81 Bencoolen, check in 10 s/d 13 November 2009. Biaya yang sudah kita keluarkan, tiket 4 X US$85 ditambah hotel S$95 X 3 malam… jatuhnya kurang lebih sekitar 5 juta-an lebih deh…. lumayan juga ya biayanya….he..he.. ngga papa deh untuk refreshing keluarga ….











Komentar Terakhir